Bahaya Ghazwul Fikri, Merusak Pemikiran Umat Islam

Diposting pada

“Yang diserang adalah orang yang kuat pemikirannya. Seperti mengirim orang-orang Islam yang cerdas untuk belajar Islam atau Islamic Studies di negara barat. Bagaimana kita belajar Islam sama orang kafir. Baru-baru ini ada kawan saya dosen baru pulang belajar Islam di Amerika, lalu karena ia merasa Telah dicuci otaknya, ia minta masuk pesantren lagi untuk kembali belajar Islam dengan benar,” ungkapnya.

Lalu bagaimana sikap yang patut dilakukan umat menghadapi invasi ini? Ustaz Rahmadon menyebutkan, umat Islam patut benar-benar dibuat dalam keadaan sadar dan menyadari invasi ini sedang mengincarnya, dan peduli serta mawas diri bahwa ada musuh yang paling nyata sedang melakukan penjajahan diam-diam kepada umat Islam.

“Kembali mengkaji kebenaran ajaran Islam yang telah diatur dalam manhaj yang murni dan beramal dengannya. Membina kepribadian dan karakter yang luhur secara estafet kepada generasi-generasi Islam, ukhuwah islamiyah dan persatuan umat,” katanya.

Selanjutnya, berdakwah dan menyampaikan ajaran Islam semaksimal mungkin kepada umat di berjenis-jenis kesempatan dan tempat. Lalu, meningkatkan kesabaran ke level paling tinggi, bersiap-siap untuk melawan dengan segenap kemampuan, yang dilandaskan ketakwaan kepada Allah SWT.

Sumber: Republika