Awal 2018, Kurikulum Madrasah Dikaji

Diposting pada
blogspot.com

Madrasah (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) dari Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan kajian kepada kurikulum madrasah pada awal 2018. Tujuannya supaya kurikulum madrasah lebih baik dan bermutu serta lebih akomodatif.

“Yang namanya kurikulum itu dinamis, kurikulum semestinya selalu direview karena semestinya disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan,” kata Dirjen Pendis, Kamaruddin Amin kepada Republika.co.id, Kamis (7/12).
 
Kamaruddin mencakapkan, pihaknya akan melakukan review kepada kurikulum madrasah. Misalnya melakukan review perihal materi pemerintahan Islam di buku fiqih akan dicoba dikaji lagi. Apakah materi tersebut tepat berada di buku fiqih atau akan dipindahkan ke buku sejarah.
 
Ia menyampaikan, pihaknya juga akan mengundang steakholder dan mengajak teman-teman dari Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan ormas-ormas Islam lainnya. Untuk bersama-sama melakukan kajian kepada beberapa hal dalam kurikulum madrasah.
 
“Jadi yang namanya mereview kurikulum itu biasa, memang pekerjaan rutin yang semestinya terus menerus dilakukan,” ujarnya.
 
Ia menginformasikan, rencananya mengkaji kurikulum madrasah akan dimulai pada Januari atau Februari 2018. Pihaknya akan membaca lagi semuanya untuk melihat kembali kurikulumnya. Menurut Kamaruddin, yang namanya kurikulum semestinya selalu responsif kepada perkembangan. Juga semestinya selalu berdialog dengan kebutuhan.
 
Ia menegaskan, jadi kurikulum itu dinamis, di setiap lembaga pendidikan kurikulumnya tidak boleh statis. Sehingga pihaknya akan secara umum melihat hal-hal yang perlu dilakukan, misalnya melakukan revisi-revisi dalam kurikulum madrasah.
 
Setelah melakukan kajian kurikulum madrasah diharapkan kurikulum madrasah kedepannya akan lebih baik lagi. Kurikulum madrasah berorientasi pada mutu, relitas masyarakat, kebutuhan zaman dan responsif kepada perubahan. “Intinya berharap supaya lebih akomodatif, lebih baik dan bermutu,” ujarnya.
 

Sumber: Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *